Dunia Terancam Kacau Balau, Ilmuwan Beberkan Bukti Terbaru

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah ahli mengungkap ada potensi kritis yang bisa memicu kekacauan iklim global. Temuan ini diungkap dalam dua studi terbaru yang memperingatkan dampak serius terhadap cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia. Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC)-sirkulasi laut raksasa yang berperan mengalirkan panas, gara...
Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah ahli mengungkap ada potensi kritis yang bisa memicu kekacauan iklim global. Temuan ini diungkap dalam dua studi terbaru yang memperingatkan dampak serius terhadap cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.
Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC)-sirkulasi laut raksasa yang berperan mengalirkan panas, garam, dan air tawar di seluruh Atlantik-menjadi salah satu penopang utama kestabilan iklim global. Seiring pemanasan global akibat aktivitas manusia, keseimbangan suhu dan salinitas laut terganggu. Akibatnya, kekuatan AMOC terus menurun. Bahkan, sejumlah penelitian terbaru menyebut sistem ini bisa runtuh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
"Temuan ini penting dan mengkhawatirkan," ujar Stefan Rahmstorf, ahli oseanografi dari Universitas Potsdam yang telah lama meneliti AMOC, seperti dikutip CNN International, Minggu (19/4/2026).
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, para ilmuwan menggabungkan model iklim dengan data observasi seperti suhu dan kadar garam laut. Hasilnya menunjukkan bahwa banyak model iklim selama ini justru meremehkan tingkat pelemahan AMOC.