Kondisi Warga Iran, Penuh Ketakutan dan Tekanan Setelah Perang

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah melunak setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz dengan beberapa syarat dan ketentuan. Kendati demikian, ketidakpastian masih menyelimuti wilayah tersebut, terutama setelah Amerika Serikat (AS) menegaskan akan tetap memblokade pelabuhan Iran. Iran juga mengancam akan kembali menutup Selat Horm...
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang di Timur Tengah melunak setelah Iran mengumumkan pembukaan Selat Hormuz dengan beberapa syarat dan ketentuan. Kendati demikian, ketidakpastian masih menyelimuti wilayah tersebut, terutama setelah Amerika Serikat (AS) menegaskan akan tetap memblokade pelabuhan Iran.
Iran juga mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz jika AS tetap melakukan blokade. Di saat bersamaan, Presiden AS Donald Trump menyebut kemungkinan tidak akan memperpanjang gencatan senjata antara AS dan Iran yang ditetapkan selama dua pekan.
Di tengah ketidakpastian tersebut, warga Iran berupaya mempertahankan kehidupan normal setelah berminggu-minggu dibom AS dan Israel. Bukan cuma itu, penindakan brutal terhadap para demonstran pada Januari 2026 menjadi bayang-bayang suramnya masa depan di negara tersebut.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2026), pembicaraan lebih lanjut antara AS-Iran diharapkan akan menghasilkan perpanjangan masa gencatan senjata. Kondisi terkini, toko-toko, restoran, dan kantor pemerintah tetap buka di Iran.