Mengenal Bank Syariah Nasional (BSN)

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Nasional (BSN) baru beroperasi secara efektif pada Senin (22/12) setelah berpisah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB yang digelar pada Selasa (18/11) lalu tersebut, BTN secara resmi menyetujui pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk...
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Nasional (BSN) baru beroperasi secara efektif pada Senin (22/12) setelah berpisah dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Dalam RUPSLB yang digelar pada Selasa (18/11) lalu tersebut, BTN secara resmi menyetujui pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) untuk dialihkan ke PT BSN.
“Ini rangkaian terakhirnya dari proses spin-off syariah di mana hari ini seluruh pemegang saham BTN menyetujui UUS BTN, yang jadi bagian dari BTN selama ini, kita pisahkan,” ujar Nixon LP Napitupulu selaku Direktur Utama BTN usai RUPSLB di Menara BTN, Jakarta.
Dengan beralihnya hak dan kewajiban UUS BTN ke BSN, entitas hasil merger dengan Bank Victoria Syariah ini akan menjelma menjadi bank syariah kedua terbesar di tanah air setelah BSI (Bank Syariah Indonesia). Di mana total aset yang dikelola diperkirakan mencapai angka Rp71 triliun.