Perang Iran Picu "Kiamat" Baru, Harga Baju HdanM-Zara Cs Bakal Meledak?

Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga bahan bakar fosil sejak pecahnya perang Iran mulai mencekik para pemasok poliester dan produsen pakaian di seluruh India serta Bangladesh, yang mengancam kenaikan biaya bagi ritel pakaian cepat saji global seperti Zara dan H&M pada Jumat, (24/04/2026). Filatex yang merupakan salah satu produsen benang polies...
Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan harga bahan bakar fosil sejak pecahnya perang Iran mulai mencekik para pemasok poliester dan produsen pakaian di seluruh India serta Bangladesh, yang mengancam kenaikan biaya bagi ritel pakaian cepat saji global seperti Zara dan H&M pada Jumat, (24/04/2026).
Filatex yang merupakan salah satu produsen benang poliester terbesar di India harus membayar hampir 30% lebih mahal untuk bahan baku turunan minyak bumi seperti purified terephthalic acid (PTA) dan monoethylene glycol (MEG) akibat pemasok China menaikkan harga dan pasokan Timur Tengah terganggu.
Mengutip Reuters, Managing Director Filatex, Madhu Sudhan Bhageria menjelaskan situasi tersebut dalam keterangannya.
"Kami membayar hampir 30% lebih mahal untuk bahan baku turunan minyak bumi karena pemasok China menaikkan harga dan pasokan dari Timur Tengah terganggu," ujar Bhageria.