Tak Ada yang Ngajak Perang, Diam-Diam Nuklir Korea Utara "Melesat"

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah mandeknya upaya diplomasi global, perkembangan program nuklir Korea Utara kembali memicu kekhawatiran internasional setelah laporan terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan di fasilitas utama negara tersebut. Dilansir The Guardian, Rabu (15/4/2026), Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) R...
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah mandeknya upaya diplomasi global, perkembangan program nuklir Korea Utara kembali memicu kekhawatiran internasional setelah laporan terbaru menunjukkan peningkatan aktivitas yang signifikan di fasilitas utama negara tersebut.
Dilansir The Guardian, Rabu (15/4/2026), Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan bahwa Pyongyang telah membuat kemajuan yang "sangat serius" dalam kemampuannya memproduksi lebih banyak senjata nuklir. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungannya ke Seoul pada Rabu.
Menurut Grossi, aktivitas di kompleks nuklir utama Korea Utara di Yongbyon meningkat pesat. Ia menyebut pekerjaan di reaktor 5 megawatt, fasilitas pemrosesan ulang, reaktor air ringan, serta instalasi lainnya mengalami intensifikasi.
Grossi juga mengonfirmasi bahwa Korea Utara diyakini telah memiliki beberapa puluh hulu ledak nuklir. Sejumlah perkiraan menyebut jumlahnya mencapai sekitar 50, meski sebagian pakar masih meragukan klaim Pyongyang terkait kemampuan miniaturisasi agar dapat dipasangkan pada rudal balistik jarak jauh.